Keberbakatan dan Kreatifitas
A. Pengertian
Keberbakatan
Widodo Judarwanto (2007)
Keberbakatan adalah kemampuan intelektual atau kecerdasan diantaranya meliputi
kemampuan intelektual musik, matematika, fisika, kimia, elektronika, informasi
tehnologi, bahasa, olahraga dan berbagai tingkat kecerdasan di berbagai bidang
lainnya yang kemampuannya jauh di atas rata-rata anak seusianya
Galton (2002) Kebeberbakatan
merupakan kemampuan alami yang luar biasa, diperoleh dari kombinasi sifat-sifat
yang meliputi kapasitas intelektual, kemauan yang kuat, dan untuk kerja
Renzulli (2002) Keberbakatan
merupakan interaksi antara kemampuan umum dan/atau spesifik, tingkat tanggung
jawab terhadap tugas yang tinggi dan tingkat kreativitas yang tinggi.
B. Hubungan Antara Keberbakatan dan Kreatifitas
Konsepsi “ Three-Ring Conception” dari
Renzulli dan kawan – kawan ( 1981), yang menyatakan bahwa tiga ciri pokok yang
merupakan kriteria ( persyaratan) keberbakatan ialah keterkaitan antara:
1. Kemampuan
umum di atas rata – rata
Salah satu
kesalahan dalam identifikasi anak berbakat ialah anggapan bahwa hanya
kecerdasan dan kecakapan sebagaimana diukur dengan tes prestasi belajar yang
menentukan keberbakatan dan produktivitas kreatif seseorang. Bahkan Terman (
1959) yang dalam penelitiannya terhadap anak berbakat hanya menggunakan kriteria
inteligen, dalam tulisan – tulisannya kemudian mengakui bahwa inteligensi
tinggi tidak sinonim dengan keberbakatan. Wallach ( 1976 ) pun menunjukkan
bahwa mencapai skor tertinggi pada tes akademis belum tentu mencerminkan
potensi untuk kinerja kreatif produktif.
Dalam istilah “
kemampuan umum” tercakup barbagai bidang kemampuan yang biasanya diukur oleh
tes inteligensi, prestasi, bakat, kemampuan, mental primer, dan berpikir
kreatif. Sebagai contoh adalah penalaran, verbal numerical, kemampuan spasial,
kelancaran dalam memberikan ide, dan orisinalitas. Kemampuan umum ini merupakan
salah atu kelompok keberbakatan di samping kreativitas dan “task – commitment”.
2. Kreativitas
di atas rata – rata
Kelompok
(cluster) kedua yang dimiliki anak / orang berbakat ialah kreativitas sebagai
kemampuan umum untuk menciptakan sesuatu yang baru, sebagai kemampuan
memberikan gagasan – gagasan baru yang dapat diterapkan dalam pemecahan
masalah, atau sebagai kemampuan untuk melihat hubungan – hubungan
baru antara unsur – unsur yang sudah ada sebelumnya.
3. Pengikatan
diri terhadap tugas ( task commitment cukup tinggi)
Kelompok
karakteristik yang ketiga yang ditemukan pada individu yang kreatif produktif
ialah pengikatan diri terhadap tugas sebagai bentuk motivasi yang internal yang
mendorong seseorang untuk tekun dan ulet mengerjakan tugasnya, meskipun
mengalami macam – macam rintangan atau hambatan, menyelesaikan tugas yang
menjadi tanggung jawabnya, karena ia telah mengikatkan diri terhadap tugas
tersebut atas kehendaknya sendiri.
Galton meskipun
menganut pandangan dasar genetis untuk keberbakatan dan “ genius “, namun dia
percaya bahwa motivasi intrinsic dan kapasitas untuk bekerja keras merupakan
kondisi yang perlu untuk mencapai prestasi unggul.
Manfaat dari definisi
Renzulli ialah melihat keterkaitan antara tiga kelompok ciri sebagai
persyaratan keberbakatan: kemampuan umum, kreativitas, dan motivasi (
pengikatan diri terhadap tugas).
Jadi, menurut
definisi Renzulli, seseorang yang memiliki kreativitas pasti berbakat, tetapi
seseorang yang berbakat belum tentu memiliki kreativitas.
C. Ciri-ciri
Anak Berbakat
1.
Si anak
memiliki ciri khas
Anak yang memiliki ciri khas biasnya
akan nampak saat dirinya sedang bermain besama teman-teman sebayanya. Si anak akan
bertingkah laku yang lebih dewasa sehingga kerika bermain dengan teman
seusianya cenderung memisah. Namun, bukan berarti si anak tak mau bermain dan
berkumpul dengan teman seusianya. Si anak sangat bisa menyesuaikan diri dengan
lingkungannya.
2.
Si anak
memiliki cara belajar yang berbeda
Si anak cenderung tidak bisa diam
dan aktif terhadap hal-hal baru. Selain itu, si anak juga lebih suka untuk
mengeklspelor dan mempelajari lebih lanjut sesuatu yang ada di sekelilingnya.
Namun ketahuilah bahwa tidak mau diam bukan berarti si anak hiperaktif.
3.
Gaya
bahasanya lebih dewasa
Si anak lebih cepat menyerap bahasa
orang dewasa dan menirukannya. Untuk itu, jangan heran jika ada anak yang
mengikuti perkataan orang dewasa bahkan menirukannya. Selain itu, si anak
akan lebih cepat untuk menjawab pertanyaan yang diajukan kepadanya.
4.
Si
anak memiliki kosakata yang banyak
Karena kemampuannya untuk menyerap
bahasa lebih cepat, si anak jadi memiliki kosakata yang lebih banyak. Dengan
begitu, si anak jadi mengerti kata-kata yang diucapkan kepadanya. Bahkan, si
anak bisa menyebutkan secara terperinci baik itu mengenai benda atau saat
menjawab pertanyaan yang diberikan kepadanya.
5.
Si anak
memiliki keterampilan yang lebih
Keterampilan lebih yang dimilikinya
itu, seperti memakai baju sendiri, memegang benda dengan posisi yang benar
tanpa kesulitan, dan keterampilan lainnya. Namun ketahuilah bahwa keterampilan
itu bisa saja dimiliki si anak asalkanAnda mau melatihnya dengan cara berenang,
bermain tenis, dan olahraga lainnya. Dengan berolahraga bisa melatih kemampuan
motorik kasarnya.
6.
Si anak
gemar mengoleksi benda
Apakah anak Anda gemar mengoleksi
benda-benda? Jika iya, maka si anak bisa jadi memiliki bakat. Anak berbakat
akan lebih senang untuk mengumpulkan benda-benda kesukaannya. Misalnya, mainan,
baju, hiasan, dan lain sebagainya. Hal tersebut dikarenakan si anak menyukai
bentuknya, warnanya, serta modelnya. Tak heran jika si anak gemar
memilih-memilih atau mengelompokkan benda-benda kesukaannya itu.
7.
Si anak
gemar membaca
Saat usia si anak 1 tahunan, dirinya
akan mampu untuk membedakan gambar yang posisinya terbalik. Selain si itu, si
anak juga akan menunjukkan gerakan kepala dari kiri ke kanan seolah-olah
dirinya sedang membaca. Ketahuilah bahwa hampir 50 persen anak yang berbakat
sudah bisa membaca sejak usianya 2-2,5 tahun. Untuk merangsang anak agar suka
membaca, Anda juga bisa melatihnya dengan mendongengkan buku atau sering
bercerita kepadanya.
8.
Memiliki
kemampuan logika
Anak berbakat akan mudah memahami
benda-benda yang besar dan kecil, serta membedakan banyak dan sedikit. Selain
itu, si anak juga mengerti mengenai berapa lama, berapa jauh, dan berapa
banyak. Dan anak berbakat juga bisa membedakan atas dan bawah, kiri dan kanan,
serta maju dan mundur.
9.
Memiliki
daya ingat yang cukup baik
Daya ingat anak berbakat sangat
tinggi. Misalnya, si anak mampu mengingat kejadian yang sudah lama dan mampu
untuk mengungkapkannya kembali dengan baik. Apakah anak Anda seperti itu?
10. Memiliki
rasa ingin tahu yang tinggi
Anak berbakat cenderung lebih banyak
bertanya terhadap apa yang belum dimengerti. Jika si anak banyak bertanya pada
apa yang tidak diketahuinya, maka sebagai orangtua Anda harus memberikan
jawaban untuknya. Berilah jawaban dengan baik dan jangan biarkan si anak tanpa
jawaban.
11. Pandai
bersosialisasi
Anak berbakat akan lebih senang
untuk bermain dengan teman di atas usianya. Dirinya akan merasa nyaman bermain
dengan teman yang usianya lebih tua darinya. Sedangkan, saat bermain dengan
teman seusianya si anak akan merasa tidak nyaman.
12. Memiliki
energi yang kuat
Setiap beraktivitas, si anak selalu
bersemangat karena dirinya memiliki energi yang kuat. Untuk itu, jangan heran
jika si anak kurang tidur siangnya.
D. Kurikulum
Berdifferensiasi
Kurikulum berdiferensiasi
(differ-rentiation instruction) adalah kurikulum pembelajaran yang
memperhatikan perbedaan-perbedaan individual anak. Walaupun model pengajaran
ini memperhatikan atau berorientasi pada perbedaan-perbedaan individual anak,
namun tidak berarti pengajaran harus berdasarkan prinsip satu orang guru dengan
satu orang murid.
Perbedaan kurikulum umum
dengan kurikulum berdiferensiasi terletak dalam hal bahwa kurikulum
umum mencakup berbagai pengalaman belajar yang dirancang secara komprehensif
dalam kaitan dengan tujuan belajar tertentu, dengan mengembangkan
kontennya sesuai kepentingan perkembangan populasi sasaran
tertentu. Sedangkan kurikulum Berdiferensiasi bagi anak yang berbakat
terutama mengacu pada penanjakan kehidupan mental melalui berbagai
program yang akan menumbuhkan kreatifitasnya serta mencakup berbagai pengalaman
belajar intelektual pada tingkat tinggi.
Komentar
Posting Komentar