Teori Pengembangan atau Pembentukan Pribadi Kreatif Menurut Para Tokoh
Alicia Amanda
Putri
10515535 /
3PA08
A. Pendahuluan
Kreatifitas
menurut Utami Munandar adalah suatu kemampuan umum untuk menciptakan suatu yang
baru, sebagai kemampuan untuk memberikan gagasan-gagasan baru yang dapat
diterapkan dalam pemecahan masalah, atau sebagai kemampuan untuk melihat
hubungan-hubungan baru antara unsur-unsur yang sudah ada sebelumnya. Lalu dalam
beberapa aliran seperti Psikoanalisis ataupun Humanistik Kreatifitas dapat di
bedakan menurut para ahli yang mengemukakan. Pada penulisan kali ini saya akan
menjelaskan beberapa penjelasan aliran Psikoanalisis dan Humanistik mengenai
kreatifitas.
B.
Pembahasan
1. Aliran Psikoanalisis
Psikoanalisa
memandang kreativitas sebagai hasil mengatasi suatu masalah, yang biasanya
dimulai sejak di masa anak-anak. Priadi kreatif dipandang sebagai seseorang
yang pernah mempunyai pengalaman traumatis, yang dihadapi dengan memungkinkan
gagasan-gagasan yang disadari dan yang tidak disadari bercampur menjadi
pemecahan inovatif dari trauma. Adapun tokoh – tokohnya di antaranya:
a). Teori Sigmund Freud
Sigmund Freud (1856-1939) adalah
tokoh yang menganut pandangan ini. Ia menjelaskan proses kreatif dari mekanisme
pertahanan, yang merupakan upaya tak sadar untuk menghindari kesadaran mengenai
ide-ide yang tidak menyenangkan atau yang tidak diterima. Karena mekanisme
pertahanan mencegah pengamatan yang cermat dari dunia, dan karena menghabiskan
energi psikis, mekanisme pertahanan biasanya merintangi produktivitas kreatif.
Freud percaya, bahwa meskipun kebanyakan mekanisme pertahanan menghambat
tindakan kreatif, mekanisme sublimasi justru merupakan penyebab utama dari
kreativitas.
b). Teori Erist Kris
Ernest Kris (1900-1957) menekan bahwa mekanisme pertahan regresi
(beralih ke prilaku sebelumnya yang akan memberi kepuasan, jika prilaku
sekarang tidak berhasil atau tidak memberi kepuasan) juga sering muncul dalam
tindakan yang kreatif. Orang-orang yang kreatif adalah mereka yang paling mampu
memanggil bahan-bahan alam pikiran tidak sadar. Sebagai orang dewasa kita tidak
mengalami hambatan untuk bisa seperti anak dalam pikiran mereka. Mereka dapat
mempertahankan sikap bermain dengan masalah-masalah serius dalam kehidupan.
Dengan demikian, mereka mampu melihat masalah-masalah dengan cara yang segar
dan inovatif untuk “regress in the service of the ego”.
c). Teori Carl Jung
Carl Jung (1875-1961) juga percaya
bahwa ketidaksadaran memainkan peranan yang amat penting dalam kreativitas
tingkat tinggi. Alam pikiran yang tidak disadari dibentuk oleh masa lalu
pribadi. Disamping itu, ingatan kabur dari pengalaman-pengalaman seluruh umat
manusia tersimpan disana. Secara tidak sadar kita “mengingat”
pengalaman-pengalaman yang paling berpengaruh dari nenek moyang kita. Dari
ketidaksadaran kolektif ini timbul penemuan, teori, seni, dan karya-karya baru
lainnya. Proses inilah yang menyebabkan kelanjutan dari eksistensi manusia.
2. Aliran Humanistik
Humanistik lebih menekankan kreativitas sebagai hasil dari
kesehatan psikologis tingkat tinggi. Dan kreativitas dapat berkembang selama hidup
dan tidak terbatas pada usia lima tahun pertama. Adapun tokoh – tokoh di
antaranya:
a). Teori Abraham Maslow
Maslow menekankan bahwa manusia mempunyai naluri-naluri dasar yang
menjadi nyata sebagai kebutuhan. Kebutuhan-kebutuhan itu, diwujudkan Maslow sebagai
hirarki kebutuhan manusia, dari yang terendah hingga yang tertinggi.
b). Teori Carl Rogers
Menurut Carl Rogers (1902-1987) tiga kondisi dari pribadi yang
kreatif ialah:
1). Keterbukaan terhadap pengalaman.
2). Kemampuan
untuk menilai situasi sesuai dengan patokan pribadi seseorang (Internal
locus of evaluation).
3). Kemampuan
untuk bereksperimen , untuk “Bermain” dengan konsep – konsep.
Setiap orang memiliki ketiga ciri
ini kesehatan psikologisnya sangat baik. Orang ini berfungsi sepenuhnya, menghasilkan
karya-karya kreatif, dan hidup secara kreatif. Ketiga ciri atau kondisi
tersebut juga merupakan dorongan dari dalam untuk berkreasi (internal press).
3. Teori Cziksentmihalyi
Ciri pertama
yang memudahkan tumbuhnya kreativitas adalah Predisposisi genetis (genetic
predispotition). Contoh seorang yang system sensorisnya peka terhadap warna
lebih mudah menjadi pelukis, peka terhadap nada lebih mudah menjadi pemusik.
a). Minat pada usia dini pada ranah tertentu
Minat menyebabkan seseorang terlibat secara mendalam terhadap ranah
tertentu, sehingga mencapai kemahiran dan keunggulan kreativitas.
b). Akses terhadap suatu bidang
Adanya sarana dan prasarana serta adanya pembina/mentor dalam bidang yang
diminati sangat membantu pengembangan bakat.
c). Access to a field
Kemampuan berkomunikasi dan
berinteraksi dengan teman sejawat + tokoh-tokoh penting dalam bidang yang
digeluti, memperoleh informasi yang terakhir, mendapatkan kesempatan bekerja
sama dengan pakar-pakar dalam b idang yang diminati sangat penting untuk
mendapatkan pengakuan + penghargaan dari orang-orang penting. Orang-orang
kreatif ditandai adanya kemampuan mereka yang luar biasa untuk menyesuaikan
diri terhadap hampir setiap situasi dan untuk melakukan apa yang perlu untuk mencapau
tujuannya.
C. Analisis
Kreatifitas itu adalah
suatu pikiran untuk memberikan gagasan baru, dalam teori psikoanalisi
kreativitas itu berkembang di mulai sejak anak – anak. Menurut Freud bahwa
kreativitas muncul pada mekanisme pertahanan diri. Jika di kaitkan dengan
Maslow kreativitas manusia memiliki naluri dasar sebagai hiraki kebutuhan
manusia. Menurut Rogers bahwa kreativitas muncul pada adanya keterbukaan
terhadap pengalaman, dan menurut Cziksentmihalyi
tumbuhnya kreativitas berasal pada minat, akses, kemampuan berinteraksi
terhadap bebagai perantara menuju kreatiitas itu sendiri.
D. Daftar Pustaka
Komentar
Posting Komentar